Salah satu konsep yang sering ditanyakan pengguna Jatahku: apa bedanya budget_amount dan allocated? Kenapa amplop punya dua angka yang mirip?
Artikel ini akan menjelaskan perbedaan keduanya, kenapa budget_amount penting, dan bagaimana cara mengaturnya dengan benar.
Budget vs Allocated — Dua Konsep Berbeda
| Budget | Allocated | |
|---|---|---|
| Artinya | Rencana/target bulanan | Uang aktual yang masuk |
| Kapan di-set | Sekali saat buat amplop | Setiap kali ada income |
| Berubah? | Tetap (kecuali diedit manual) | Dinamis (bertambah tiap alokasi) |
| Gunanya di sistem | Bobot distribusi proporsional | Menunjukkan realisasi |
Contoh konkret:
Kamu membuat amplop “Makan” dengan budget 2.000.000/bulan. Budget ini adalah rencana — kamu memperkirakan butuh sekitar 2 juta untuk makan sebulan.
Bulan ini income kamu 8 juta. Sistem mendistribusikan secara proporsional berdasarkan budget: Makan dapat 1.500.000 (karena total budget semua amplop = 10,5jt, jadi Makan = 2/10,5 × 8jt = 1,5jt).
Di dashboard:
- Budget = 2.000.000 (rencana, tetap)
- Allocated = 1.500.000 (realisasi, sesuai income bulan ini)
- Funded ratio = 75% (baru terpenuhi 75% dari rencana)
Bulan depan income 12 juta? Allocated bisa 2.300.000 (110% funded). Budget tetap 2.000.000 — karena rencana tidak berubah.
Kenapa Budget Tidak Auto-Set dari Allocated?
Kalau budget otomatis mengikuti allocated setiap bulan, maka:
- Bulan income kecil → budget kecil → distribusi proporsional kacau
- Bulan income besar → budget besar → tidak realistis untuk bulan berikutnya
- Tidak ada patokan stabil untuk perencanaan
Budget harus stabil supaya sistem proportional distribution bekerja dengan konsisten. Kamu tidak ingin amplop Makan tiba-tiba dapat porsi 50% lebih besar hanya karena bulan lalu income besar.
Cara Setting Budget yang Benar
1. Untuk Amplop Baru
Saat membuat amplop baru via FAB atau halaman Amplop, sistem akan otomatis mengisi budget dari jumlah funding yang kamu masukkan:
- Isi funding Rp 2.000.000 → budget auto-set ke Rp 2.000.000
- Kamu bisa mengubahnya manual kalau rencana berbeda dari funding awal
2. Untuk Amplop Existing
Kalau kamu sudah punya amplop yang budget-nya 0 (belum diisi), sistem akan otomatis mengisi budget dari rata-rata alokasi historis saat server restart. Kamu juga bisa mengeditnya manual kapan saja via halaman Amplop → Edit.
3. Untuk Amplop Saving
Amplop tipe saving tidak perlu budget. Fokusnya adalah target goal (Rp 10.000.000 untuk Nikah), bukan budget bulanan. Budget otomatis di-set ke 0 dan tidak bisa diubah.
4. Untuk Amplop Sinking Fund
Amplop tipe sinking fund boleh diisi budget sebagai panduan opsional. Kalau kamu memperkirakan butuh sisihkan 500rb/bulan untuk pajak tahunan, kamu bisa set budget = 500.000. Tapi yang utama tetap target goal + deadline.
Apa Dampaknya Kalau Budget = 0?
Untuk amplop expense, budget = 0 berarti:
- Tidak punya bobot di proportional distribution — amplop ini tidak dapat jatah otomatis
- Funded ratio selalu 0% — tidak ada indikator ketercapaian rencana
- Tidak muncul di AI Advisor untuk allocation drift
Karena itu, pastikan setiap amplop expense memiliki budget > 0. Sistem akan membantu dengan auto-fill, tapi kamu tetap bisa menyesuaikan manual.
Budget amount adalah fondasi dari zero-based envelope budgeting — setiap rupiah punya jatahnya, dan setiap jatah punya rencana. Dengan budget yang benar, Jatahku bisa membantu kamu mendistribusikan income secara proporsional, memonitor kesehatan amplop, dan memberi insight yang akurat.
Siap kelola keuangan lebih baik?
Coba Jatahku gratis — catat pengeluaran secepat kirim chat Telegram.
Mulai Gratis Sekarang →