Tidak semua orang gajian sebulan sekali. Ada yang dibayar per minggu, ada yang dapat uang setiap hari dari narik atau berdagang, ada juga yang pemasukannya naik turun.

Karena itu, setup awal Jatahku sekarang dimulai dengan satu pertanyaan: bagaimana pola pemasukanmu?

Setup ini muncul di Dashboard setelah kamu mendaftar (lewat email atau Google) dan belum punya amplop. Judulnya “Selamat datang!”, dan isinya tiga langkah.

Langkah 1: Pola Pemasukan

Pilih salah satu dari empat:

Pertanyaan berikutnya menyesuaikan pilihanmu:

PolaYang ditanyakan
Harian”Rata-rata pendapatan bersih per hari” dan “Hari narik/kerja per bulan” (standarnya 26 hari)
Mingguan”Rata-rata pemasukan per minggu”
Bulanan”Berapa income bulanan kamu?” dan “Tanggal gajian kamu?”
Tidak Tentu”Estimasi rata-rata income bulanan”

Untuk Harian dan Mingguan, Jatahku langsung menghitung Target Budget Bulanan. Misalnya Rp150.000 × 26 hari = Rp3.900.000 per bulan, atau Rp500.000 × 4 minggu = Rp2.000.000 per bulan.

Langkah 2: Pilih Template Amplop

Ada enam template yang bisa dipilih:

Langkah 3: Sesuaikan Alokasi dan Saldo Awal

Di langkah terakhir kamu bisa menyesuaikan alokasi tiap amplop, lalu memilih saldo awal.

Ketuk Mulai Budgeting dan amplopmu siap dipakai.

Apa Gunanya Pola Pemasukan?

Pilihanmu disimpan sebagai Jenis Pendapatan, dan dipakai AI Advisor di Dashboard untuk menghitung batas aman belanja hari ini:

Penjelasan lengkapnya ada di artikel AI Advisor Kini Ikut Ritme Pendapatanmu.

Sudah Punya Akun Sebelumnya?

Akun yang dibuat sebelum onboarding ini belum pernah ditanya, jadi dihitung sebagai Bulanan. Kalau pemasukanmu harian atau mingguan, buka Settings → 💼 Jenis Pendapatan dan pilih yang sesuai. Pengaturan ini juga bisa diubah kapan saja kalau pola pemasukanmu berubah.

Ada pertanyaan soal setup awal? Kirim ke hi@jatahku.com.

Siap kelola keuangan lebih baik?

Coba Jatahku gratis — catat pengeluaran secepat kirim chat Telegram.

Mulai Gratis Sekarang →