Pembaruan kali ini cukup banyak: dua fitur baru, satu perubahan cara kerja, dan sejumlah perbaikan supaya webapp dan bot Telegram berperilaku sama. Semuanya sudah live.

1. Catat dari Foto Struk

Di form Pengeluaran, ketuk Struk lalu foto struk belanjamu. Jatahku membaca rincian barangnya, mencocokkannya dengan total struk, lalu mencatat tiap barang sebagai satu transaksi di amplopnya sendiri, misalnya ROTI TAWAR (Indomaret) di amplop Makan dan SABUN MANDI (Indomaret) di amplop Rumah Tangga.

Lewat chat, cukup kirim fotonya ke @JatahkuBot di Telegram, atau ketuk Struk di Chat Jatahku di webapp. Struk dicatat sebagai satu transaksi dengan tanggal yang tertulis di struk.

Panduan lengkapnya ada di artikel Catat Belanja dari Foto Struk.

2. Chat Jatahku di Webapp

Bot yang sama dengan @JatahkuBot sekarang ada di dalam webapp, jadi kamu tidak perlu akun Telegram untuk mencatat lewat chat. Di HP, ketuk tombol gelembung chat di samping tombol +. Di laptop, ketuk ikon chat di bagian atas halaman.

Chat ini juga bisa menerima foto struk. Balasannya memakai ikon dan bar pemakaian yang sama dengan bagian lain aplikasi.

Baca selengkapnya di Chat Jatahku Kini Ada di Webapp.

3. Cooling Period Tidak Lagi Menahan Transaksi

Pengeluaran di atas batas cooling sekarang langsung tercatat, di webapp maupun Telegram, tanpa ditahan 24 jam.

Alasannya, kebanyakan dari kita mencatat setelah membayar. Menahan catatan tidak membatalkan pembelian. Yang tertahan hanya catatannya, sehingga sisa amplop tidak sesuai dengan uang yang sebenarnya.

Batas cooling tetap tersimpan dan akan dipakai fitur refleksi “Sepadan?” yang segera hadir. Transaksi yang masih tertahan bisa kamu konfirmasi atau batalkan lewat /pending selama belum kedaluwarsa, yaitu 48 jam setelah dicatat.

Mau memberi jeda sebelum membeli? Tanya dulu ke Jatahku sebelum checkout, misalnya aman gak beli sepatu 450rb?.

Alasan lengkapnya ada di artikel Kenapa Jatahku Tidak Lagi Menahan Transaksi 24 Jam.

4. Kontrol Amplop untuk Semua Paket

Kunci amplop, limit harian, dan batas cooling tersedia di semua paket, termasuk Basic.

5. Webapp dan Telegram Kini Mengikuti Aturan yang Sama

Isi dana amplop dari Telegram. Kalau dana amplop kurang, bot menawarkan dua cara: geser dana dari amplop lain, dengan amplop yang sisanya paling besar ditampilkan lebih dulu, atau catat pemasukan sebesar kekurangannya. Setelah kamu memilih, transaksinya langsung tercatat. Ini juga berlaku saat mencatat beberapa pengeluaran sekaligus: tiap item yang kurang dana ditawari satu per satu.

Naikkan limit harian dari webapp. Kalau pengeluaran melewati limit harian, webapp sekarang menawarkan Catat, naikkan limit hari ini, sama seperti bot. Limit amplop itu dinaikkan sampai tengah malam, lalu kembali normal besok. Di form beberapa pengeluaran sekaligus, tombolnya Naikkan limit di baris yang terkena. Di Telegram, tawaran yang sama kini juga muncul saat mencatat beberapa pengeluaran sekaligus.

Beberapa pengeluaran tanpa koma di Telegram. Pesan seperti ini sekarang terbaca sebagai dua pengeluaran:

kopi 35 ribu gojek 20 ribu
35k kopi 20k parkir

Angka tanpa satuan tidak memecah pengeluaran, jadi beli 2 kopi 25 ribu tetap terbaca sebagai satu pengeluaran sebesar Rp25.000. Webapp dan bot sekarang memakai aturan baca nominal yang sama, jadi teks yang sama memberi hasil yang sama di keduanya.

Amplop tabungan tidak ditawarkan untuk pengeluaran. Di Telegram, pilihan amplop untuk pengeluaran tidak lagi menampilkan amplop Target menabung dan Dana persiapan, dan pengeluaran tidak bisa dicatat langsung ke amplop tersebut. Aturan ini sama dengan di webapp.

6. Perbaikan Lainnya


Semua pembaruan ini sudah live. Kalau Jatahku terpasang di home screen dan fitur barunya belum muncul, tutup aplikasinya lalu buka lagi. Versi yang sedang aktif bisa dicek di bagian bawah Settings.

Ada saran atau menemukan masalah? Kirim ke hi@jatahku.com.

Siap kelola keuangan lebih baik?

Coba Jatahku gratis — catat pengeluaran secepat kirim chat Telegram.

Mulai Gratis Sekarang →